Review Bajaj Pulsar 180 UG4

Sebelumnya saya ingin berterima kasih kepada Bro Herizal_Fauzi yang telah rela meminjamkan motor Pulsar kesayangannya buat saya pake test ride🙂
Kali ini, saya akan mereview lengkap tentang Bajaj Pulsar 180 UG4 dan segala kelebihan kekurangannya akan saya expose secara sejujur-jujurnya disini.

Image Hosted by ImageShack.us

Saya akan mulai dari first impression.
Secara keseluruhan, bodinya terlihat sebesar Pulsar 200. Saya pernah compare antara Pulsar UG3 dan Pulsar UG4. Ternyata perbedaannya lumayan terlihat kalau Pulsar 180 UG4 lebih besar dari Pulsar UG3.

Oke, kita lihat perlengkapan standarnya. Dual-suspension dengan gas nitrogen (Nitrox), suspensi depan teleskopik berdiameter 130mm, rem cakram depan 260mm dengan kaliper Bybre, rem belakang tromol 200mm, setang jepit, analog-digital speedometer, aki MF 12V 9Ah, lampu depan tipe HS1 35watt, mesin 2-valve SOHC 178,60 cc dengan power 17 PS dan berteknologi DTS-i (2 busi), ban depan belakang IRC dengan spek depan 90/90 dan belakang 120/90 (maaf kalo ada yang salah atau kurang) #peace

Saya juga sempat test ride motor ini saat malam hari untuk melihat kinerja lampu-lampu. Sorot lampu dekatnya memang terang, namun untuk saya terlalu dekat. Untunglah lampu jauhnya masih waras🙂
Lampu belakang sudah mengadopsi LED, terang dan jelas. Keren, bentuk lampu stop’nya mirip ama KTM 1190 RC8. Di sektor lampu sein, ada yang unik disini. Saat saya berbelok menggunakan lampu sein, lampu akan otomatis mati saat posisi setang kembali lurus atau dibelokkan ke arah berlawanan. Lalu yang unik lainnya, ternyata ada background lampu di indikator pada setang. Lampu2 ini akan menyala saat lampu senja mulai dinyalakan. Speedometer juga sudah analog dan digital. Analog untuk penunjuk putaran mesin, dan digital untuk menampilkan informasi kecepatan, fuel gauge, odometer, tripmeter, dan kondisi aki. Di bawahnya ada sederet indikator, yaitu lampu netral, sein, lampu jauh, dan side stand (akan menyala jika standar samping masih belum terlipat). Nyala lampu speedometernya pun terlihat keren dengan warna orange kemerahan.

Perasaan saat sesi test ride, handlingnya lumayan enak karena pemakaian ban yang bertapak besar, bahkan bisa diajak miring-miring. Pas ujan pun, grip ban cuma berkurang dikit. Masih aman lah istilahnya, hehe. Koplingnya lumayan empuk, jadi gampang dapet feel’nya pas maenin kopling. Suspensinya empuk dan kedua rem pakem. Tidak ada gejala roda terkunci saat late braking. Setang entah kenapa kerasa berat buat berbelok, jadi saya kudu maenin posisi badan juga agar motor bisa berbelok dengan baik.

Top speed yang saya dapet pas test motor ini terbilang lumayan tinggi, yaitu 110kph. Itupun masih bisa nambah kalau seandainya saya tidak bertemu dengan traffic di Jakarta. Memang nafas mesin pendek di gigi 1, tapi di gigi 2-5 nafas mesinnya makin lama makin panjang, jadi top speed-nya bisa tinggi. Konsumsi bensinnya juga irit banget buat ukuran motor 180cc. Terakhir saya coba, 1 liter bisa 50km dalam pemakaian ekstrim (stop-go, gaspol sampe 10.000rpm, dan geber sampe lebih dari 100kph). Yang saya sayangkan, tarikan bawah Pulsar 180 lemah. Mungkin karena karakter mesin Pulsar yang bermain di putaran menengah-atas. Pergantian giginya juga agak keras, susah dinetralkan (ini bisa dibiasakan), dan ada gejala engine braking berlebih saat downshift. Lalu, swing arm terasa goyang saat diajak bermanuver zig-zag pada kecepatan di atas 70kph. Bagaimana dengan gejala setang getar? Saya merasakan setang lumayan getar saat putaran mesin berada di kisaran 7000-9000rpm. Namun getarnya pun masih di batas wajar, tidak getar ekstrim seakan motor sedang melindas polisi tidur yang kecil-kecil, banyak, dan berjajar (owh, maap. Itu bukan getar, melainkan enjot-enjotan)🙂

Pendapat saya pribadi, style motor ini udah harus di-update. Yaah, minimal ganti style batok lampu depannya gitu. Hehe….

Jadi kesimpulannya, motor ini memang kencang, handlingnya bagus, dan desainnya khas lelaki, namun kurang cocok dipakai di kemacetan kota karena tarikan bawahnya kurang.

Gallery
Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us Image Hosted by ImageShack.us

6 thoughts on “Review Bajaj Pulsar 180 UG4

  1. nice share bro…p180ugIV selain karna emang karakter pulsar yg maen di rpm atas
    juga karna karbunya tipe vakum, hal yg sama dirasakan oleh user satria fu yg karbunya tipe vakum dmn tarikan bawahnya terasa biasa aja
    cmiiw

  2. ADA LMPU PADA ODO METER (ANALOG) KALO NYALA WARNA MERAH, INDIKATOR APA ITU, DAN KENAPA SUKA NYALA…? (180 UG4)

Tinggalkan Pesan Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s