[TUGAS 2] Aplikasi Blender dan Contoh Lens-Flare

TENTANG APLIKASI BLENDER

Blender adalah salah satu software open source yang digunakan untuk membuat konten multimedia khusunya 3 Dimensi. Ada beberapa kelebihan yang dimiliki Blender dibandingkan software sejenis. Berikut beberapa kelebihannya:

Open Source: Blender merupakan salah satu software open source, dimana kita bisa bebas memodifikasi source codenya untuk keperluan pribadi maupun komersial, asal tidak melanggar GNU General Public License yang digunakan Blender.

Multi Platform: Karena sifatnya yang open source, Blender tersedia untuk berbagai macam operasi sistem seperti Linux, Mac dan Windows. Sehingga file yang dibuat menggunakan Blender versi Linux tak akan berubah ketika dibuka di Blender versi Mac maupun Windows.

Update: Dengan status yang Open Source, Blender bisa dikembangkan oleh siapapun. Sehingga update software ini jauh lebih cepat dibandingkan software sejenis lainnya. Bahkan dalam hitungan jam, terkadang software ini sudah ada update-annya. Update-an tersebut tak tersedia di situs resmi blender.org melainkan di graphicall.org

Free: Blender merupakan sebuah software yang Gratis Blender gratis bukan karena tidak laku, melainkan karena luar biasanya fitur yang mungkin tak dapat dibeli dengan uang, selain itu dengan digratiskannya software ini, siapapun bisa berpartisipasi dalam mengembangkannya untuk menjadi lebih baik. Gratisnya Blender mendunia bukan seperti 3DMAX/ Lainnya yang di Indonesia Gratis membajak :p Tak perlu membayar untuk mendapatkan cap LEGAL, karena Blender GRATIS dan LEGAL.

Lengkap: Blender memiliki fitur yang lebih lengkap dari software 3D lainnya. Coba cari software 3D selain Blender yang di dalamnya tersedia fitur Video editing, Game Engine, Node Compositing, Sculpting. Bukan plugin lho ya, tapi sudah include atau di bundling seperti Blender.

Ringan: Blender relatif ringan jika dibandingkan software sejenis. Hal ini terbukti dengan sistem minimal untuk menjalankan Blender. Hanya dengan RAM 512 dan prosesor Pentium 4 / sepantaran dan VGA on board, Blender sudah dapat berjalan dengan baik namun tidak bisa digunakan secara maksimal. Misal untuk membuat highpolly akan sedikit lebih lambat.

CONTOH PEMBUATAN LENS-FLARE

Mata kita telah dilatih untuk percaya bahwa suatu gambar itu nyata jika hal itu menunjukkan artefak yang dihasilkan dari proses mekanis fotografi. Tiga contoh dari artefak tersebut adalah Blur, Depth of Field, dan Lens-Flare. Dua yang pertama dibahas dalam chapter-rendering, sedangkan yang terakhir dapat diproduksi dengan lingkaran cahaya khusus. Sebuah simulasi Lens-Flare memberitahu penonton kalau gambar tersebut dihasilkan oleh kamera, yang membuat penonton berpikir bahwa itu adalah otentik (asli).

Kami menciptakan Lens-Flare di Blender dari objek mesh menggunakan tombol Halo terlebih dahulu, dan kemudian opsi Flare pada pengaturan material di Shaders Panel. Cobalah menyalakan Rings dan Lines, namun biarkan pengaturan warna apa adanya. Mainkan Flares: jumlah dan Fl.seed: pengaturan sampai Anda mendapat sesuatu yang menyenangkan mata. Anda mungkin perlu bermain dengan FlareBoost: untuk efek yang lebih kuat ( pengaturan Lens Flare ).

Shader

Catatan: Alat ini tidak mensimulasikan perjalanan fisika foton melalui lensa kaca, itu hanyalah pemanis.

Lens-Flare pada Blender terlihat bagus ketika bergerak, dan menghilang ketika objek lain menyumbat mesh flare. (lihat Lens Flare di bawah).

Flare

Sumber:
http://ilmukomputer.org/2011/11/29/kelebihan-blender/
http://wiki.blender.org/index.php/Doc:2.4/Manual/Materials/Halos

Tinggalkan Pesan Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s