Profil PT First Media

Sepulangnya dari JCC untuk survei produk-produk IT dan otomotif terbaru, saya baru ingat akan tugas softskill tentang profil perusahaan yang belum sempat saya buat. Sebenarnya saya sudah berencana untuk menyelesaikannya lebih awal, namun terhalang oleh kualitas jaringan internet yang akhir-akhir ini sedang kacau karena faktor cuaca. Tapi itu tidak menghalangi saya untuk tetap menyelesaikan tugas yang telah diberikan.

Perusahaan yang akan saya bahas adalah PT First Media Tbk. Perusahaan yang bergerak di bidang bisnis internet dan TV kabel ini adalah hal pertama yang muncul dalam kepala saya. Mungkin karena kebetulan saya adalah salah satu pelanggan lamanya kali yah, hehehe. Ok, back to the topic, beberapa hal yang akan dibahas antara lain pendahuluan, sejarah, cakupan wilayah & teknologi, produk, omset, info penting, dan sepenggal pendapat saya selama menjadi pelanggan First Media. Mudah-mudahan membantu dan selamat membaca🙂

FM_1

Pendahuluan
PT First Media Tbk sebelumnya bernama PT Broadband Multimedia Tbk, adalah perusahaan publik Indonesia yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. First Media menyediakan jasa layanan internet pita lebar, televisi kabel, dan komunikasi data, yang secara keseluruhan diperkenalkan sebagai “Triple Play”. Jaringannya meliputi Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung.

First Media merupakan anak perusahaan Grup Lippo. First Media juga memegang penuh kepemilikan saham PT Citra Ayunda Pariwara yang menguasai 80% saham PT Direct Vision, perusahaan yang mengoperasikan jasa televisi satelit Astro Nusantara. Astro Nusantara sendiri tidak beroperasi lagi sejak 19 Oktober 2008.
Pada tahun 2008, First Media memiliki sekitar 180.000 pelanggan internet dan sekitar 130.000 pelanggan televisi. Jaringan serat optik First Media memiliki panjang 2.597 kilometer yang tersebar di Jabodetabek, Surabaya, dan Bandung. First Media menargetkan satu juta rumah akan terjangkau jaringan mereka sebelum awal 2009.

Sejarah

tv_1

First Media didirikan pada tahun 1994 dengan nama PT Broadband Multimedia Tbk. Pada Maret 1999, Broadband Multimedia mulai memasarkan diri secara komersial dengan merek dagang Kabelvision, yang diikuti pada tahun-tahun berikutnya dengan peluncuran Digital1 dan MyNet.

Pada 16 Juni 2007, Broadband Multimedia mengganti namanya menjadi First Media, sekaligus meluncurkan identitas dan merek baru sebagai penyedia layanan “Triple Play”. Kabelvision dan Digital1 disatukan di bawah produk HomeCable, sementara MyNet menjadi FastNet. Pada akhir Agustus 2007, Grup Lippo mengumumkan kucuran investasi sebesar $650 juta selama empat tahun kedepan kepada First Media. Kucuran dana tadi akan diinvestasikan keberbagai layanan pengembangan konten dan belanja internet, TV kabel, HDTV, akses pita lebar, layanan nirkabel, fasilitas pentimpanan data, serta layanan telepon. Dalam kucuran dana tersebut, Grup Lippo menggandeng perusahaan Shanghai Media Entertainment Group (melalui anak perusahaan STR), Cisco, dan Motorola untuk pembangunan jaringan serta pembiayaan proyek tersebut.

Cakupan Wilayah dan Teknologi
Saat ini First Media memiliki dan mengoperasikan teknologi jaringan kabel Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’) dua arah pada frekuensi 870 Mhz yang memiliki ujung terminal di Jakarta (Citra Graha), Bandung (Binong), dan Surabaya (Gubeng). Digitalisasi memungkinkan kompresi data yang lebih besar untuk ditransmisikan melalui kabel, dengan demikian meningkatkan kapasitas kabel untuk melakukan transmisi internet berkecepatan tinggi, hingga mampu mentransmisi 100 saluran TV secara serempak, serta volume data yang sangat besar yang diperlukan demi kelancaran aplikasi beberapa industri.

tech_1

Pada tahun 2006, First Media secara bertahap mulai mengalihkan jaringan kabelnya menjadi digital, dan pada akhir 2007 telah dilaksanakan hingga 70% dari keseluruhan jaringan, dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2008. Pada akhir tahun 2007, jaringan kabel First Media menjangkau 3.700 kilometer, dengan kabel ke rumah sejumlah 400.000 dan penetrasi lebih dari 35% dan terus bertambah.

Cakupan Produk
Produk First Media disebut Triple Play, yang merupakan layanan berbasiskan teknologi pita lebar digital mencakup jasa akses internet berkecepatan tinggi tanpa batasan yang selalu menyala (FastNet), TV kabel digital (HomeCable), dan komunikasi data berkecepatan tinggi dan berkapasitas besar untuk aplikasi bisnis dan komersial (DataComm).

1. FastNet
FastNet (sebelumnya bernama MyNet) adalah penyelenggara jasa internet melalui jaringan kabel pita lebar. FastNet memiliki keunggulan dalam harganya yang lebih murah dibanding dengan penyelenggara jasa internet lain di paket kecepatan serupa. FastNet tidak menggunakan saluran telepon dalam menyediakan akses internet, tetapi menggunakan jaringan pita lebar tersendiri bertipe Hybrid Fiber-Coaxial (‘HFC’). Hal ini menyebabkan jangkauan areanya tidak seluas ADSL yang menggunakan saluran telepon, karena kabel pita lebar harus ditunjang dengan penggunaan fiber optik yang masih jarang digunakan di Indonesia. Area yang sudah terjangkau sampai saat ini adalah wilayah Jabotabek, Surabaya, dan Bandung.

FastNet menggunakan standar teknologi DOCSIS (Data Over Cable Service Interface Specification) untuk menyalurkan layanan internet ke pelanggan. Di sisi pelanggan dibutuhkan Cable Modem DOCSIS agar dapat memakai layanan internet FastNet.

2. HomaCable dan HomeCable HD
HomeCable adalah merek dagang stasiun televisi kabel berlangganan dari First Media. HomeCable merupakan merek dagang baru dari 2 produk First Media sebelumnya, Kabelvision dan Digital1. HomeCable menggunakan teknologi digital dalam menyiarkan salurannya. Teknologi ini merupakan teknologi yang sebelumnya dipergunakan oleh Digital1. Sinyal digital yang digunakan memakai standar Digital Video Broadcasting (DVB). Sebelumnya, Kabelvision (pendahulu HomeCable) menggunakan sistem analog, kabel langsung disambung ke kabel antena di rumah dan semua televisi yang tersambung dapat langsung menikmati layanan TV berlangganan. Sejak 2006, Kabelvision tidak lagi mengembangkan sistem analog, dan secara bertahap mengganti jaringan analog yang sudah ada menjadi digital. Setiap televisi harus mempunyai masing-masing satu dekoder yang berfungsi menerima sinyal dari pusat untuk mengirimkannya kepada televisi yang digunakan untuk layanan HomeCable.

HomeCable HD merupakan brand untuk format tayangan High Definition (HD) di HomeCable. HomeCable HD (sebelumnya disebut First HD) diluncurkan pada 1 September 2010 dan menjadi layanan televisi kabel pertama di Indonesia yang menggunakan format High Definition (HD). HomeCable HD menggunakan format gambar HD 1080i dengan aspect ratio 16:9 dan format suara Dolby Digital Plus. Untuk dapat menerima tayangan HD, pelanggan membutuhkan decoder HD dan TV (HDTV) yang mendukung input HDMI. Sampai saat ini terdapat 54 channel HD + 1 channel HD 3D.

3. DataComm
DataComm menyediakan layanan data komunikasi untuk korporasi atau bisnis. Layanan ini didukung oleh salah satu jaringan backbone digital serat optik yang paling luas di kawasan Metropolitan Jakarta. Layanan ini kini mendukung 303 sambungan jaringan yang disewakan kepada hampir 200 pelanggan di sektor perbankan dan jasa keuangan, berbagai korporasi maupun lembaga pemerintahan. First Media juga merupakan penyedia tunggal layanan data komunikasi bagi sistem JATS Remote Trading Bursa Efek Jakarta (kini Bursa Efek Indonesia) yang memungkinkan para pialang saham untuk melakukan perdagangan efek secara remote dari kantor mereka masing-masing lewat jaringan serat optik. DataComm mempunyai 2 jenis layanan, yaitu First Metro dan FastNet Corporate.

Omset
First Media membukukan pendapatan sebesar Rp 833 miliar ditahun 2010 atau naik 15,2% dari hasil 2009. Kemudian perseroan juga mencatatkan kenaikan laba bersih cukup signifikan sebesar 27,9% dari Rp 33 miliar menjadi Rp 42 miliar ditahun 2010.
Selain kinerja keuagan yang positif, perseroan juga melaporkan kesuksesan dari bisnis internet broadband dan pertumbuhan sektor tv kabel. Dimana pendapatan service internet broadband meningkat secara signifikan dari Rp 332 miliar menjadi Rp 409 miliar pada tahun 2010.
Kemudian, untuk basis pelanggan First Media bertambah sebanyak lebih dari 58 ribu pelanggan baru. Keberhasilan menunjukkan pertumbuhan sebesar 20% dengan total pelanggan mencapai 334 ribu pelanggan dibandingkan dengan hasil tahun lalu. Peningkatan ini terdiri dari pertumbuhan pelanggan TV kabel yang signifikan dari 132 ribu menjadi 172 ribu, sementara pelanggan internet broadband melonjak naik dari 154 ribu menjadi 172 ribu.
First Media, lanjutnya, tengah berada dalam posisi strategis untuk memperbesar nilai perusahaan dengan cara meningkatkan dan memfokuskan pada layanan bisnis internet boradband di tahun 2011. Kinerja perseroan yang baik dihasilkan dari strategi efisiensi pembiayaan melalui sebuah pemilihan kerjasama dengan stasiun televisi penyedia siaran yang cermat dan strategi menambah bandwidth yang efektif memberikan dampak pada efisiensi biaya serta naiknya mutu layanan.

First Media Garap Triple Play Bareng Bolt 4G

bolt_fm

First Media, penyedia layanan TV kabel dan broadband internet, mengumumkan kehadiran paket Triple Play yang bekerja sama dengan mobile broadband Bolt 4G LTE. Disebutkan dalam keterangan pers, Selasa (4/3/2014), pelanggan dapat melakukan registrasi layanan Triple Play First Media yaitu HomeCable, FastNet dan Bolt. Layanan Bolt hadir dengan harga special Rp 99.000 untuk layanan tanpa batas dan tersedia di semua paket Combo First Media yang sudah ada sebelumnya.
“Dengan meluncurkan layanan terbaru kami yaitu TV Anywhere melalui First Media Go, kebutuhan hiburan berkualitas akan di dalam dan di luar rumah akan terpenuhi. Layanan Triple Play merupakan solusi terbaik untuk memenuhi kebutuhan masyarakat urban yang selalu berkembang. Kami sangat senang menjadi bagian dari inisiatif First Media untuk memberikan layanan broadband kepada pelanggan dan merasakan pengalaman internet cepat di dalam dan di luar rumah. Bolt 4G LTE memberikan solusi internet super cepat untuk pengguna yang merasa kecewa dengan koneksi internet mobile yang buruk. Hanya dengan Rp 99.000 per bulan, pelanggan bisa menikmati mobile broadband berkecepatan tinggi tanpa batas dan tidak perlu mengeluarkan biaya tambahan karena dongle dan SIM card sudah tersedia”, jelas Richard Lirya, Chief Marketing Officer Bolt.
Pelanggan First Media Combo dapat melengkapi paketnya dengan Bolt 4G LTE internet tanpa batas dengan harga spesial Rp 99,000 per bulan dengan mendaftarkan diri melalui website First Media.

Sepenggal Pendapat Pelanggan
Sang pelanggan tidak lain dan tidak bukan adalah sang penulis sendiri. Saya sudah berlangganan First Media semenjak cakupannya mulai memasuki daerah perumahan saya, yaitu Dasana Indah, Legok, Tangerang. Promo awalnya adalah paket Fastnet 2Mbps dan 30Ch HomeCable seharga Rp 170.000 per bulan, termasuk murah kalau menurut saya. Selama saya berlangganan sampai sekarang (mungkin sudah 2 tahunan) memang sering ada masalah seperti hilangnya sinyal internet pada modem. Namun kalau mengesampingkan hal tersebut, First Media benar-benar bisa diandalkan untuk pemakaian di rumah-rumah karena koneksi internetnya stabil dan bisa mendapat saluran televisi HD dengan harga yang murah. Walaupun sekarang tarif berlangganannya naik menjadi Rp 245.000, namun diikuti dengan bertambahnya kecepatan internet menjadi 3Mbps dan masih tetap stabil. It’s worthed, I think…:-)

SUMBER:
http://id.wikipedia.org/wiki/First_Media
http://livemakefun.blogspot.com/2013/10/profil-pt-first-media-tbk.html
http://inet.detik.com/read/2014/03/04/093053/2514420/328/first-media-garap-triple-play-bareng-bolt-4g

Tinggalkan Pesan Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s