Review IEM Sennheiser CX213

CX213_1

Oke, untuk pertama kali ini saya akan ngebahas tentang audio. Emang sih brasa OOT (Out-of-Topic), coz biasanya saya ngebahas tentang otomotif terutama roda dua. Tapi saya ngerasa saya juga perlu ngreview hal selain otomotif buat sedikit mengubah mood, dan saya memilih untuk me-review tentang audio karena gini-gini saya penggila musik juga, hehe…

CX213_2

Oke, ini dia bahan review-nya yaitu Sennheiser CX213. Ini adalah salah satu varian IEM (In-Ear Monitor) termurah yang dijual resmi oleh Sennheiser Indonesia, dan barusan saya membelinya seharga Rp 220.000 di toko Kantong Kresek yang ada di Serpong Digital Center (SDC). Tadinya saya bimbang untuk memilih salah satu antara CX213 ini atau dBE PR20 II. Karena Sennheiser ini lebih murah 30rb dari dBE, akhirnya saya putuskan untuk membayar 1 unit CX213. Singkat cerita, saya langsung mencari tempat untuk duduk di area kongkow SDC dan membuka kemasannya untuk saya coba.

CX213_3

Spesifikasi dari IEM Sennheiser CX213 bisa dilihat pada foto di atas. Pertamanya saya heran di bagian Frequency Response-nya yang hanya memiliki range 25-20000Hz. Ini lebih buruk dari standar IEM ato headphone lain yang rata-rata memiliki range 20-20000Hz. Saya sudah pesimis duluan ketika ingin mencoba IEM ini, jangan-jangan kualitas suaranya tidak sesuai harapan. Dan benar saja…Ketika saya colokkan ke Redmi 1S saya dan saya nyalakan audio player, output suaranya benar-benar flat, tidak lebih baik dari IEM Sony EX10LP saya dulu yang langsung terdengar jernih di telinga. Namun saya tidak mau kecewa lebih awal, karena itu saya mencoba mengakalinya dengan menyetel ulang audio effect bawaan dan equalizer pada audio player-nya. Setelah 15 menit setel-menyetel, akhirnya saya menemui titik terang. Output suaranya menjadi jernih, bass yang sangat deep, dan noise isolation-nya ternyata sangat baik. Namun setelannya tidak benar-benar bekerja dengan baik di setiap genre lagu. Misalnya saja :
– Pada lagu2 dubstep macam Krewella, Skrillex, dan Afrojack, output suara terdengar sangat memuaskan. Bass-nya sangat deep dan hidup, suara vocal jernih, dan akustik frekuensi tinggi terdengar jernih.
– Pada lagu2 pop dan rock, output suara masih terdengar datar. Bass-nya cukup, vocal jelas, namun detail-nya masih berantakan.
– Pada lagu2 yang agak nyeleneh (vocaloid, trancecore, dark pop, dan sejenisnya), output suaranya cukup baik, namun bass masih kurang dan terkadang detailnya masih berantakan.

Kesimpulan akhir:
Dengan settingan yang tepat, IEM ini bisa menjadi andalan untuk kalian yang sangat senang dengan lagu-lagu DubStep yang memiliki suara bass yang agresif. Namun untuk lagu-lagu umum seperti pop dan rock, sayangnya CX213 tidak terlalu bisa diandalkan. Berbeda dengan Sony EX10LP yang output suaranya bisa konsisten di segala genre musik, Sennheiser CX213 ini terasa segmented ke hanya beberapa genre musik.

Nilai dari saya: 7.8 out of 10

9 thoughts on “Review IEM Sennheiser CX213

  1. Tolong review Philips SHE3590 series ya kak😉 denger2 suaranya bagus.
    Setauku harganya kisaran 200rbu sehingga nanti bisa komparasi budget earphone.

      • Selama ini yg saya pakai adalah kakaknya yg lahir lebih dulu ke dunia yang fana ini Phillips SHE 3581. Mantab suaranya danharganya pun terjangkau. Kadang saya heran harganya murah kok suaranya bagus banget ya?

      • Dari output suara sih, pasti bagusan MH750 atuh. Harganya aja beda, 600 ribuan dibanding EX10LP yg cuma 200 ribuan.

        MH1 bisa kok jadi alternatif EX10LP, harganya sedikit lebih miring dengan suara yg ga kalah bagus.

  2. Bro….mau nanya dong, gw baru beli Senheiser CX 213, overall bagus banget barangnya. tapi yg gw mau tanyain untuk suara bass di earphone nya itu terdengar di kanan dan kiri atau hanya di kanan aja bro? mohon info nya dong bro? karena gw khawatir nih barang yg gw pake ini ada masalahnya….thank’s sebelumnya broo.

    • Punya saya kanan-kiri sama-sama ada bass-nya kok. Kalo CX213 yg Ente terima ternyata defect, langsung minta tukar aja. Jgn lupa bawa bon pembelian dan kartu garansi kalo ada.

      Saya pengalaman tukar CX213 di Astrindo karna putus kabel langsung diganti baru karna masih garansi.

      • Bro….thank’s for the Info. setelah gw test through out ternyata benar ear piece yg sebelah kiri bass nya gak ada. sedangkan bass untuk ear piece yg kanan jelas sekali. Thank’s info nya ya broo.

Tinggalkan Pesan Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s