Oil Review : Fuchs Silkolene Comp4 10W-40

Hallo all…
Ga kerasa udah kurang lebih 8 bulan semenjak posting terakhir saya tentang review oli Repsol Moto Sintetico 10W-40. Dan kali ini, saya akan mencoba oli Eropa lainnya yang mungkin masih jarang ada yang make dimarih (atau mungkin baru kali ini mendengarnya), yaitu…

Jeng jeeenng….

Fuchs

Oke, saya jelasin secara deskriptif dulu. Fuchs ini adalah produk oli yang berasal dari Inggris. Yup, bisa dibilang Fuchs ini adalah temen kompatriotnya Castrol. Untuk tipe Silkolene Comp4 10W-40 ini memang terbilang tua untuk urusan spesifikasi olinya, masih berstandar API SJ dan JASO MA. Tapi jangan salah, biarpun spek olinya tua, blendingnya ga main-main cuy. Udah Semi-sintetik dengan campuran Ester. Jadi inget Motul Ester 5100 yak? Hehe…

Artikel ini bisa dibilang adalah lanjutan dari artikel Repsol Moto Sintetico sebelumnya. Ketika Ane tau si Repsol naik harga jadi 135rb Rupiah (which is too expensive for a basic syntetic oil), Ane memutuskan untuk nyari oli lain dengan spek sama namun dengan blending oli yang bagusan. Dan secara tidak sengaja, Ane nemu si Fuchs Silkolene ini.
Dengan modal nekat dan yakin kalo oli ini adalah oli yang cocok untuk CB150, Ane bawa tuh oli ke kasir, bayar dan langsung minta ganti oli di tempat. Ganti oli di Toda tuh enak loh, untuk motor ga butuh waktu lama untuk ngantri. Dan emang bener, 10 menit semenjak oli dibayar di kasir, oli Fuchs udah menetap dengan cantik di bak oli CB150 Ane dan siap gas.

REVIEW TIME…!!

Feeling awal udah bagus ketika mulai start mesin. Suara mesin dan getarannya sangat halus. Begitu juga dengan feeling girbox, upshift-downshift di tiap giginya sangat enteng. Apa karena efek Ester ya? Entahlah, mungkin iya juga sih. Respon mesin juga bagus ketika mencoba akselerasi pendek, lebih baik dari Repsol Moto Sintetico. Kampas kopling berasa ngegigit banget di tiap rpm, ga ada rasa-rasa power loss. Dari poin ini, Ane udah yakin kalo Fuchs Silkolene ini lebih baik dari Repsol Moto Sintetico.

Oke, kita skip ke 2000 km kemudian ya Guys. Ini nih yang bikin Ane heran, feeling mesin masih sangat enak. Girbox masih empuk, akselerasi masih kuat, dan panas mesinnya ga pake nyengat ke daerah kaki. Seumur-umur Ane pake oli lain, di umur 2000 km ini pasti udah pada rewel minta diganti karena performa mesin menurun. Karena itu, Ane memutuskan untuk tidak mengganti oli dulu. Ane masih penasaran sampai kapan oli ini bertahan sampai di titik unconfortable-nya. Dan…ternyata ga lama juga sih. Setelah menembus 2500 km, oli ini mulai nunjukin gejala rewel di sektor akselerasi dan panas mesin. Girbox? Masih enak kok, percaya ato ngga…

Sejauh ini, Ane udah 3x ganti oli dengan Fuchs Silkolene Comp4 ini. Which means…Ane puas pake sangat dengan oli ini. Rekomen banget buat jadi alternatif kalo kalian pada bosen pakai Motul Ester 5100.

Sekian dulu ya Guys, See u on next article🙂

Tinggalkan Pesan Disini

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s